Kue Ulang Tahun Mewah Moo: Terjual Rp50 Juta!

Kue Ulang Tahun Mewah Moo: Terjual Rp50 Juta!
Sumber: Liputan6.com

Moo Deng, kuda nil kerdil asal Thailand, menjadi sensasi internet dan menarik perhatian dunia. Populeritasnya bahkan berujung pada lelang kue ulang tahunnya yang pertama, yang jatuh pada tanggal 10 Juli 2025.

Lelang yang diselenggarakan oleh Kebun Binatang Terbuka Khao Kheow ini sukses besar, menghasilkan dana yang signifikan untuk perawatan hewan-hewan di kebun binatang tersebut. Pemenang lelang, seorang ahli perawatan kulit, menyumbangkan dana yang cukup fantastis.

Lelang Kue Ulang Tahun Moo Deng Raup 100.000 Baht

Phi Foong, pendiri Amata Innovation Co, perusahaan yang memproduksi produk perawatan kulit AMT, berhasil memenangkan lelang kue ulang tahun Moo Deng dengan tawaran tertinggi 100.000 baht (sekitar Rp 50 juta).

Lelang berlangsung selama tiga hari, dimulai pada tanggal 1 Juli 2025 dan berakhir pada tanggal 3 Juli 2025 pukul 4 sore. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk perawatan seluruh hewan di Kebun Binatang Terbuka Khao Kheow.

Sebagai imbalannya, Amata akan mendapatkan sertifikat dan sebuah spanduk bertuliskan namanya akan dipajang di area kandang kuda nil selama satu bulan.

Pesta Ulang Tahun Mewah Moo Deng Selama Empat Hari

Kebun Binatang Terbuka Khao Kheow merancang perayaan ulang tahun Moo Deng selama empat hari, dari tanggal 10 hingga 13 Juli 2025.

Selain lelang kue, kebun binatang juga menyelenggarakan program “Cook for Moo Deng”, memberikan kesempatan kepada beberapa keluarga terpilih untuk membantu menyiapkan makanan Moo Deng dan bertemu langsung dengannya.

Program ini berlangsung dari tanggal 3 hingga 31 Juli 2025. Pengunjung anak-anak di bawah usia 12 tahun juga mendapatkan tiket masuk gratis selama acara berlangsung.

Acara lainnya yang akan memeriahkan pesta ulang tahun Moo Deng antara lain pameran foto, stan penjualan merchandise eksklusif, dan parade maskot.

Popularitas Moo Deng: Berkah dan Kontroversi

Moo Deng telah menjadi daya tarik utama Kebun Binatang Terbuka Khao Kheow, meningkatkan jumlah pengunjung secara signifikan. Jumlah pengunjung harian meningkat drastis dari 3.000 menjadi 12.000 orang.

Meskipun popularitas Moo Deng meningkatkan pendapatan kebun binatang, hal ini juga memicu kontroversi dan kritikan dari organisasi perlindungan hewan seperti PETA.

PETA mengkritik kebun binatang karena mengeksploitasi Moo Deng untuk keuntungan finansial. Mereka menyatakan bahwa kuda nil kerdil merupakan hewan nokturnal yang seharusnya tidak dipaksa berinteraksi dengan banyak pengunjung di siang hari.

PETA berpendapat bahwa penangkaran hewan untuk tujuan komersial bertentangan dengan upaya konservasi.

Namun, pihak kebun binatang belum memberikan tanggapan resmi terkait kritikan tersebut.

Kepopuleran Moo Deng memberikan dilema etis yang perlu dipertimbangkan. Di satu sisi, ia meningkatkan kesadaran akan spesies yang terancam punah dan pendanaan untuk konservasi. Di sisi lain, popularitasnya juga berpotensi mengeksploitasi hewan tersebut.

Ke depannya, penting untuk mencari keseimbangan antara memanfaatkan popularitas Moo Deng untuk tujuan konservasi dan memastikan kesejahteraan hewan tersebut tetap terjaga.

Pos terkait