Cinta & Dukungan: Kisah Istri Diogo Jota, Rute Cardoso

Cinta & Dukungan: Kisah Istri Diogo Jota, Rute Cardoso
Sumber: Liputan6.com

Kisah cinta Diogo Jota dan Rute Cardoso menyentuh hati banyak orang. Kesetiaan Rute yang teguh pada suaminya, pesepakbola top dunia, menginspirasi di tengah duka mendalam atas kepergian Jota di usia 28 tahun. Cinta sederhana namun kuat mereka, mimpi yang dibangun bersama, dan kesetiaan yang abadi, menjadi warisan tak ternilai.

Mereka bukanlah pasangan yang gemar mencari sorotan media. Perjalanan karier Jota, dari akademi FC Pacos de Ferreira hingga puncaknya di Liverpool, selalu diiringi Rute. Ia bukan hanya seorang istri, tetapi juga sahabat, pendukung, dan tempat berpulang bagi sang suami.

Mimpi yang Mereka Jalani Bersama

Keberhasilan Jota bergabung dengan Liverpool pada 2020 dengan nilai transfer £45 juta merupakan puncak impian. Bukan hanya bermain untuk klub besar, tetapi juga mewujudkan impian memberikan kehidupan terbaik bagi keluarganya.

Rute menjadi bagian integral dari mimpi tersebut. Keluarga kecil mereka, termasuk anak-anak dan anjing-anjing kesayangan, menjadikan Liverpool sebagai rumah sesungguhnya. Mereka kerap terlihat mengenakan atribut Liverpool FC, menunjukkan kebersamaan dan kecintaan mereka pada klub tersebut.

Tragedi yang Merenggut, Cinta yang Tak Tergantikan

Kecelakaan mobil di Spanyol yang merenggut nyawa Diogo Jota dan adiknya, Andre Silva, meninggalkan duka mendalam. Liverpool menyebut kehilangan ini sebagai sesuatu yang tak terbayangkan.

Kehilangan Jota bukan hanya duka bagi Liverpool dan dunia sepak bola, namun terutama bagi Rute. Unggahannya di media sosial, menampilkan foto keluarga dengan lirik lagu “You’ll Never Walk Alone,” menunjukkan kekuatan cinta yang tak tergantikan.

Bukan Hanya Sepak Bola, Dunia Kehilangan Diogo Jota

Presiden Federasi Sepak Bola Portugal, Pedro Proenca, menggambarkan Jota sebagai sosok dengan kegembiraan yang menular. Namun, cinta dan dedikasi yang ditunjukkan Jota dan Rute, satu sama lain dan klub yang mereka cintai, mungkin lebih menular lagi.

Liverpool kehilangan lebih dari sekadar pemain. Sepak bola Portugal kehilangan talenta luar biasa. Dunia kehilangan kisah cinta yang murni dan abadi. Rute telah membuktikan bahwa “You’ll Never Walk Alone” bukan sekadar lagu, tetapi sebuah janji yang dipenuhi dengan air mata, keberanian, dan kenangan indah. Kisah mereka akan selalu dikenang sebagai simbol cinta dan kesetiaan yang tak lekang oleh waktu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *