Influencer Turki Meninggal; Anoreksia, Berat Badan 23 Kg

Influencer Turki Meninggal; Anoreksia, Berat Badan 23 Kg
Sumber: Liputan6.com

Anoreksia, gangguan makan yang serius, telah merenggut nyawa seorang influencer kecantikan asal Turki, Nihal Candan. Kepergiannya pada 21 Juni 2025 menyoroti bahaya laten dari penyakit ini dan dampaknya yang mematikan. Nihal, yang memiliki 910 ribu pengikut di Instagram, meninggal dunia di usia 30 tahun dengan berat badan hanya 23 kg, setelah kehilangan 40 kg dalam dua tahun.

Kematian Nihal disebabkan oleh serangan jantung akibat komplikasi anoreksia. Meskipun telah menjalani perawatan, kebiasaan mengonsumsi kopi dan minuman berkarbonasi setiap hari kemungkinan memperparah kondisinya.

Kematian Tragis Influencer Muda

Berita duka disampaikan oleh Sıla Doğu, adik dari rekan influencer Nihal, Dilan Polat, melalui media sosial. Ungkapan singkat “Kami kehilangan Nihal” menjadi pengantar kesedihan yang mendalam bagi para penggemarnya.

Sebelum kematiannya, Nihal dan saudara perempuannya, Bahar Candan, sempat ditangkap polisi atas tuduhan pencucian uang dan penipuan. Setelah pembebasan mereka, kondisi Nihal justru memburuk, berat badannya terus menurun hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Selama perawatan intensif, jantung Nihal sempat berhenti berdetak sebanyak dua kali, namun berhasil dihidupkan kembali oleh tim medis. Namun, akhirnya ia tak mampu melawan penyakitnya.

Ayah Nihal, Profesor Dr. Hakan Candan, pun turut merasakan dampak berat atas kehilangan putrinya. Beliau mengalami serangan jantung akibat tekanan emosional yang sangat besar.

Anoreksia: Lebih Mematikan dari Bunuh Diri

Anoreksia nervosa adalah gangguan makan yang serius. Penyakit ini ditandai dengan obsesi ekstrem untuk menurunkan berat badan, hingga menyebabkan penolakan makanan secara signifikan.

Tekanan sosial dan budaya, terutama dari media sosial dan citra selebriti yang tidak realistis, berperan besar dalam peningkatan kasus anoreksia, khususnya di kalangan wanita muda.

Sebuah studi di Korea Selatan menunjukkan betapa besarnya tekanan tersebut. Studi tersebut menemukan bahwa 3 dari 10 wanita berusia 20-an menganggap diri mereka kelebihan berat badan, meskipun berat badan mereka sebenarnya normal.

Anoreksia seringkali diiringi dengan depresi dan kecemasan. Dampaknya terhadap kesehatan sangat serius, meliputi hipotermia, dehidrasi, dan amenore. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, angka kematian akibat anoreksia enam kali lebih tinggi dibandingkan populasi umum.

Kasus Anoreksia Lainnya yang Mengkhawatirkan

Kasus Nihal Candan bukanlah satu-satunya yang menyoroti bahaya anoreksia. Seorang YouTuber asal Inggris, Eugenia Cooney, juga pernah menjadi sorotan karena kondisi tubuhnya yang sangat kurus.

Kekhawatiran publik terhadap kondisi Eugenia begitu besar hingga mengakibatkan banyaknya panggilan darurat ke layanan 911 dari penggemarnya di seluruh dunia.

Meskipun pihak berwenang telah memastikan keamanan Eugenia, kasus ini menunjukkan betapa besar keprihatinan publik terhadap dampak negatif dari anoreksia di kalangan influencer dan figur publik.

Insiden ini menjadi pengingat penting tentang perlunya kesadaran akan bahaya anoreksia dan dukungan untuk mereka yang berjuang melawan gangguan makan ini. Pentingnya peran keluarga, teman, dan profesional kesehatan dalam membantu mereka yang terdampak sangatlah krusial.

Kematian Nihal dan kekhawatiran publik terhadap Eugenia Cooney adalah panggilan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya anoreksia dan pentingnya dukungan sistemik bagi penderita gangguan makan. Upaya preventif dan pengobatan yang tepat sangat dibutuhkan untuk mencegah tragedi serupa terjadi di masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *